Membangun hierarki visual
Pengunjung biasanya melihat judul besar lebih dahulu, kemudian gambar utama dan tombol yang paling menonjol. Urutan perhatian ini dapat dibentuk dengan ukuran, jarak, dan kontras. Antarmuka yang rapi tidak sekadar terlihat modern; ia membantu orang menemukan tindakan yang relevan. Terlalu banyak elemen sama mencolok justru bisa menimbulkan kebingungan.
Menyampaikan respons tindakan
Setelah mengetuk tombol, pengguna membutuhkan tanda bahwa tindakannya diterima. Perubahan status tersimpan, hasil pencarian yang diperbarui, atau tampilan dialog merupakan contoh umpan balik sederhana. Tanpa respons yang jelas, orang mungkin menekan tombol berkali-kali. Desain yang komunikatif mengurangi keraguan tanpa harus memunculkan animasi berlebihan.
Menciptakan jarak yang bernapas
Ruang kosong di antara kartu dan paragraf membantu mata mengenali batas tiap kelompok informasi. Hal ini sangat berguna pada halaman yang mempunyai banyak artikel. Ukuran huruf kecil mungkin dapat memuat lebih banyak teks, tetapi sering membuat pembacaan menjadi lambat. Keseimbangan antara kepadatan konten dan kenyamanan perlu diperhatikan untuk setiap ukuran layar.
Memikirkan penggunaan satu tangan
Pada smartphone, bagian bawah biasanya lebih mudah dijangkau ibu jari dibandingkan sudut paling atas. Navigasi tetap dapat mempersingkat perpindahan menuju tautan penting. Namun panel semacam itu tidak boleh menutupi bagian akhir artikel. Tinggi ruang bawah dan ukuran tombol perlu dirancang bersama agar konten tetap dapat diselesaikan tanpa hambatan.
Menerapkan konsistensi
Warna, istilah menu, dan gaya kartu yang seragam membuat pola penggunaan lebih cepat dipelajari. Saat sebuah tombol memiliki fungsi yang sama di banyak halaman, sebaiknya label dan perilakunya tidak berubah secara tiba-tiba. Pengunjung dapat memusatkan perhatian pada isi bacaan karena tidak harus mempelajari ulang cara kerja situs pada setiap kunjungan.